Sumatera Selatan
| Sumatera Selatan | |||
|---|---|---|---|
| — Provinsi — | |||
| Masjid Agung Kota Palembang | |||
|
|||
| Slogan: "Bersatu Teguh" | |||
| Peta lokasi Sumatera Selatan | |||
| Negara | |||
| Ibu kota | Palembang | ||
| Koordinat | 5º 10' - 1º 20' LS 101º 40' - 106º 30' BT |
||
| Pemerintahan | |||
| • Gubernur | Alex Noerdin | ||
| Luas | |||
| • Total | 91.592.43 km2 (35,364.03 mil²) | ||
| Populasi (2010)[1] | |||
| • Total | 7.450.394 | ||
| • Kepadatan | 81/km2 (210/sq mi) | ||
| Demografi | |||
| • Suku bangsa | Melayu (34,37%), Jawa (27,01%), Komering (5,68%), Sunda (2,45%), Tionghoa (1,1%), Minangkabau (0,94%), Lain-lain (28,45%) [2] | ||
| • Agama | Islam (96%), Kristen (1,7%), Buddha (1,8%), Lain-lain (0,5%) | ||
| • Bahasa | Bahasa Indonesia | ||
| Zona waktu | WIB | ||
| Kabupaten | 11 | ||
| Kota | 4 | ||
| Kecamatan | 147 | ||
| Desa/kelurahan | 2693 | ||
| Situs web | www.sumselprov.go.id | ||
Di samping itu, provinsi ini banyak memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan lain-lain. Karena sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan, secara tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Makanan khas dari provinsi ini sangat beragam seperti pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak.
Sejarah
Provinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika.Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China.
Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.
Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi. Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya.
Sekilas Sumsel
| |
Propinsi
Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan
Bumi Sriwijaya, pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini
merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan
maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan
sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad
ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya
wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak
laut dari Mancanegara terutama dari negeri china Pada awal abad ke-15
berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya
Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya,
kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.
Jumlah
agama yang menjadi bahasan ini hanya meliputi 5 agama yaitu : Islam,
Khatolik, Kristen, Budha dan Hindu. Di tahun 2003 persentase pengikut
agama Islam sebesar 95,16 persen, Budha 1,53 persen, Khatolik 1,29
persen, Kristen 1,16 persen dan Hindu 0,86 persen.
Hubungan sosial terutama di dasarkan kepada semangat kebangsaan, walaupun dalam kehidupan sehari-hari sangat dipengaruhi oleh adat istiadat, seperti dalam bercakap-cakap atau cara bicara yang sopan. Pada umumnya penduduk Sumatera Selatan sangat hormat kepada para tamu dan pengunjung yang berasal dari daerah lain. Gaya hidup mereka sangat dipengaruhi oleh era modernisasi. Sebagian besar penduduk sangat terbuka dalam perilaku mereka terutama dengan aspek positif serta menyambut baik reformasi dan inovasi terutama yang berkaitan dengan konsep pembangunan. Seperti halnya dengan provinsi lain yang ada di Sumatera Selatan dibagi habis menjadi kabupaten dan kota. Kabupaten / kota dibagi menjadi kecamatan ? kecamatan dibagi lagi menjadi desa ? desa dan kelurahan ? kelurahan. Jumlah desa di Sumatera Selatan sebanyak 343. Dan Jumlah kecamatan sebanyak 149 buah. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa (3,29 %) Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat setiap aparat pemerintahan Sumatera Selatan menegakkan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggungjawab. Ciri khas dari pemerintah seperti ini adalah efektif, efisien, transparan, partisipatif, responsif dan \'accountable\' dengan indikasi terjalin satu sama lain. | |
Kabupaten dan kota
| No. | Kabupaten/Kota | Ibu kota | Populasi/Jiwa | Luas (Km²) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Kabupaten Banyuasin | Pangkalan Balai | 762.482 | 11.822,99 |
| 2 | Kabupaten Empat Lawang | Tebing Tinggi | 220.467 | 2.257,44 |
| 3 | Kabupaten Lahat | Lahat | 433.165 | 5.311,73 |
| 4 | Kabupaten Muara Enim | Muara Enim | 731.410 | 9.575 |
| 5 | Kabupaten Musi Banyuasin | Sekayu | 589.345 | 14.265,96 |
| 6 | Kabupaten Musi Rawas | Muara Beliti Baru | 544.961 | 12.865,04 |
| 7 | Kabupaten Ogan Ilir | Indralaya | 457.368 | 2.666,09 |
| 8 | Kabupaten Ogan Komering Ilir | Kota Kayu Agung | 963.194 | 21.469,90 |
| 9 | Kabupaten Ogan Komering Ulu | Baturaja | 340.740 | 4.797,06 |
| 10 | Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan | Muaradua | 353.141 | 5.493,34 |
| 11 | Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur | Martapura | 676.544 | 3.370 |
| 12 | Kota Lubuklinggau | - | 222.404 | 401,50 |
| 13 | Kota Pagar Alam | - | 139.865 | 633,66 |
| 14 | Kota Palembang | - | 1.610.853 | 369,22 |
| 15 | Kota Prabumulih | - | 169.340 | 434,10 |
| Jumlah Kabupaten/Kota : 15 | Ibukota : Kota Palembang | Penduduk : 8.215.279 jiwa | Luas : 93.066,94 Km². |
Daftar gubernur
| No | Foto | Nama | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Keterangan |
| 1. | A. K. Gani | 1945 | |||
| 2. | M. Isa | 1945 | 1952 | ||
| 3. | Sumarno | 1952 | 1954 | ||
| 4. | Husen | 19.. | 19.. | ||
| 5. | Mochtar Prabu Mangkunegara | 19.. | 19.. | ||
| 6. | H. A. Bastari | 1959 | 1963 | ||
| 7. | Abu Yasid Bustomi | 1963 | 1966 | ||
| 8. | Ali Amin | 1966 | 1967 | ||
| 9. | Asnawi Mangku Alam | 1967 | 1978 | ||
| 10. | Sainan Sagiman | 1978 | 1988 | ||
| 11. | Letjen H.Ramli Hasan Basri | 1988 | 1998 | ||
| 12. | H. Rosihan Arsyad | 1998 | 7 November 2003 | ||
| 13. | Ir. Syahrial Oesman, MM | 7 November 2003 | 2008 | ||
| 14. | dr H Mahyuddin NS, SpOG | 11 Juli 2008 | 7 November2008 | ||
| 15. | Alex Noerdin | 7 November 2008 | sekarang |
Perwakilan Nasional
Anggota DPR dari provinsi Sumatera Selatan Periode 2009 - 2014
- Prof. Dr. H. Mahyuddin NS, Sp.OG (K) - Fraksi Partai Demokrat
- H. Juhaini Ali, SH, MM - Fraksi Partai Demokrat
- Ustdz. H. Syofwatillah Mohzaib, S.Sos.i - Fraksi Partai Demokrat
- H. Dodi Alex Noerdin, Lic.Econ, MBA - Fraksi Partai Golkar
- Drs. Kahar Muzakir - Fraksi Partai Golkar
- Tanthowi Yahya - Fraksi Partai Golkar
- Mgs. Uzwar Fatommy, SH, M.S - Fraksi Partai Golkar
- Bobby Adhityo Rizaldi, SE. Akt.,MBA, CFE - Fraksi Partai Golkar
- Mustafa Kamal, SS. - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
- KH. Buchari Yusuf, LC, MA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
- Nur Iswanto, SH, MM - Fraksi Partai Gerindra
- Eddhy Prabowo, MM, MB - Fraksi Partai Gerindra
- Ahmad Yani, SH - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan
- Acmad Hafisz Tohir - Fraksi Partai Amanat Nasional
- Hanna Gayatri,SH - Fraksi Partai Amanat Nasional
- Drs. H. A. Fauzi Acmad, MBA - Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat
- Ir. Nazaruddin Kiemas, MM - Fraksi PDI Perjuangan
- H. Dudhie Makmun Murod, MBA - Fraksi PDI Perjuangan
Anggota DPD dari Provinsi Sumatera Selatan tahun 2004 - 2009
- Asmawati, Hj, SE, MM
- M. Kafrawi Rahim, H., Drs.,
- M. Jum Perkasa
- Ruslan Wijaya, Ir, SE, M.Sc
Anggota DPD dari Provinsi Sumatera Selatan tahun 2009 - 2014
- Hj. Asmawati, SE, MM
- Hj. Percha Leanpuri, B.Bus
- Drs. H. Aidil Fitrisyah, MM
- Abdul Aziz
Galeri
-
Bendera Negara Sumatera Selatan semasa Sumsel menjadi wilayah RIS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar